Penampilan Tari Tradisional Sedot Perhatian Warga
TARAKAN - Tak kurang dari 25 grup tari dan Paguyuban dari berbagai daerah tampil sebagai pengisi acara festival Budaya Iraw Tengkayu. Tari khas Kalimantan yang berjudul tari mandau kayang pulang dibawa pimpinan Thoeseng TT. Asang berhasil menyedot perhatian pengunjung festival budaya Minggu, 18 Desember 2011 pagi di Pantai Amal.
Selain penampilan group tarung utus dayak ”Isen Mulang Kalteng” tersebut, pagelaran yang sarat akan budaya ini juga menampilkan tari-tarian lainya dari berbagai daerah. Sinopsis dari tarian tersebut juga sangat beragam mulai dari ungkapan kegembiraan, hingga rasa syukur atas segala karunia yang diberikan oleh yang tuhan maha esa.
”Penampilan tari khas Kalimantan tersebut kerap kali menjadi perhatian saat tampil dalam sebuah acara. Ini mungkin karena ciri khas yang melekat pada kostum penari yang menggambarkan keunikan dan sangat khas bagi pengunjung,”ujar Betty Pelatih Tari yang ikut berpartisipasi dalam perhelatan akbar dalam rangka perayaan hari ulang tahun Kota Tarakan.
Betty menambahkan,”pihaknya merasa sangat senang jika dapat hadir dalam sebuah acara festival seperti ini. Pasalnya, ini dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan budaya kepada generasi bangsa yang kini tampaknya sudah mulai terkikis oleh kebudayaan barat. Selain itu, perbedaan kebudayaan ini harus dijadikan sebagai simbol pemersatu agar dalam menjalankan hidup selalu rukun dan damai selalu. (CIA)
Selain penampilan group tarung utus dayak ”Isen Mulang Kalteng” tersebut, pagelaran yang sarat akan budaya ini juga menampilkan tari-tarian lainya dari berbagai daerah. Sinopsis dari tarian tersebut juga sangat beragam mulai dari ungkapan kegembiraan, hingga rasa syukur atas segala karunia yang diberikan oleh yang tuhan maha esa.
”Penampilan tari khas Kalimantan tersebut kerap kali menjadi perhatian saat tampil dalam sebuah acara. Ini mungkin karena ciri khas yang melekat pada kostum penari yang menggambarkan keunikan dan sangat khas bagi pengunjung,”ujar Betty Pelatih Tari yang ikut berpartisipasi dalam perhelatan akbar dalam rangka perayaan hari ulang tahun Kota Tarakan.
Betty menambahkan,”pihaknya merasa sangat senang jika dapat hadir dalam sebuah acara festival seperti ini. Pasalnya, ini dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan budaya kepada generasi bangsa yang kini tampaknya sudah mulai terkikis oleh kebudayaan barat. Selain itu, perbedaan kebudayaan ini harus dijadikan sebagai simbol pemersatu agar dalam menjalankan hidup selalu rukun dan damai selalu. (CIA)


