Get Adobe Flash player

KAOS MERENG, IDENTITAS TARAKAN HASIL KREATIVITAS ANAK MUDA

Berawal dari keprihatinan anak muda Tarakan terhadap minimnya identitas bagi mereka, sejumlah pemuda yang ingin menunjukan jadi diri lokalnya, membuat sebuah kaos yang bercorak asli Tarakan, seperti kata-kata keseharian maupun karikatur lucu yang menceritakan Bumi Paguntaka.

Kaos Mereng, begitulah mereka menyebutnya, selain sebagai media kreativitas kaos tersebut juga diharapkan bias menjadi ciri khas Tarakan, seperti halnya di Jogja dengan kaos dagadu maupun dadung,  dan seperti di Bali jogger.

Meski belum mampu memproduksi secara missal, namun ide tersebut cukup diminati, hanya dalam satu bulan stok kaos yang dibuat dengan jumlah terbatas ludes terjual.

Padahal penjualan yang dilakukan yudi sebagai pemasar produk mereka mengaku, promosi yang dilakukan baru sebatas online, belum dilakukan dengan memajang di gerai maupun outlet. Saat ini dirinya sedang mencari tempat, untuk menjajakan hasil kreatifitas bersama rekan sesama komunitas peduli Tarakan.

Sayang, keterbatasan alat dan bahan baku membuat produksi koas mereng yang menjadi ciri khas anak muda Tarakan ini, masih diproduksi di Jogja Jawa Tengah, namun utuk disain , motif maupun kata – kata yang digunakan hasil ide bersama.

Kaos Mereng sering dijadikan oleh–oleh bagi orang yang singgah di Kota Tarakan. Itupun masih sebatas di lingkungan teman mereka, dan kaos mereng mulai dikenal di Berau, Bulungan, Nunukan bahkan Samarinda.

Sedangkan nama mereng sendiri diambil berdasarkan keyakinan, bahwa kata–kata yang nyeleneh mudah diingat, sehingga bagi orang yang akan membeli tidak lupa dengan nama kaos yang dicarinya.

Sebagai ciri khasnya, kaos ini menggunakan kepala bekantan untuk dijadikan logo, untuk mengembangkan bisnis ini diharapkan ada campur tangan pihak terkait, mengingat produk ini bisa dijadikan promosi wisata atau potensi yang ada di Tarakan, karena Bumi Paguntaka merupakan kota transit, yang secara otomatis banyak oarang yang singgah di Tarakan. (SAM/SP)